Kamis, 05 April 2018

Alat musik Theremin : Pengertian, sejarah dan cara penggunaannya



#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Alat musik Theremin : Pengertian,
sejarah dan cara penggunaannya
_____________________________________________________











__________________

Kata Pengantar
__________________

Para kawan sekalian...!

Berikut info sekitar Alat musik Theremin : Pengertian,
sejarah dan cara penggunaannya

...dan...

Selamat menyimak...!
_________________________________________________________

Sekilas info Alat musik Theremin : Pengertian, 
sejarah dan cara penggunaannya
_________________________________________________________











* Pengertian

Theremin adalah sebuah alat musik elektronik yang
ditemukan pada tahun 1920, dan kemudian dipatenkan
tahun 1928 oleh seorang ahli ilmu fisika bernama Lev
Termen (Leon Theremin), dan masih dipakai hingga kini.

Alat musik ini berasal dari Rusia. Di antara semua
alat musik, Theremin ini cukup unik, karena untuk
memainkannya tidak diperlukan kontak fisik secara
langsung oleh pemainnya, jadi pemain Theremin cukup
melambaikan tangannya di atas Theremin.

Prinsip kerja Theremin adalah melalui frekuensi radio
yang dihasilkan oleh antena pada Theremin dan kapasitor
variabel yang menghasilkan frekuensi itu.

Pada Theremin terdapat 2 frekuensi, dimana yang satu
untuk mengatur pitch atau untuk memainkan nadanya,
dan yang satu untuk mengatur volume.

Gerakan tangan di dekat antena yang mengatur frekuensi
mengubah sirkuit-sirkuit pada Theremin, yang kemudian
mengontrol sinyal suara untuk disalurkan ke speaker.

Suara yang dihasilkan oleh Theremin seringkali
diasosiakan pada suara yang memiliki kesan menyeramkan
(membuat merinding) sehingga kerap kali penggunaan
Theremin dilakukan dalam pembuatan soundtrack dalam
film seperti Miklos Rozsa's dalam film Spellbound
and The Lost Weekend, Bernard Herrmann's dalam film
The Day the Earth Stood Still yang digunakan juga
dalam drama Midsomer Murders.


* Sejarah Theremin









Theremin merupakan produk asli dari pemerintahan Rusia
dalam penelitiannya tentang sensor indra. Instrumen ini
ditemukan oleh seorang ahli fisika muda bernama
Lev Sergeivich Termen (yang dikenal juga sebagai Leon
Theremin) pada bulan Oktober 1920 sesaat setelah
pecahnya perang sipil Rusia. Setelah memperoleh
tanggapan yang positif dalam Konferensi Elektronik
Moskow,

Theremin diperagakan di hadapan Bolshevik, pemimpin
Vladimir Lenin. Kemudian, Lenin terkesan dengan
perangkat tersebut dan kemudian mulai mempelajarinya.

Theremin kemudian dibawa keliling dunia dan diperkenalkan
sebagai penemuan terbaru oleh Soviet dalam bidang
teknologi musik elektronik.
Setelah perjalanan yang panjang mengelilingi Eropa,
Theremin kemudian semakin terkenal hingga ke Amerika
Serikat, dan kemudian dipatenkan tahun 1928 (US1661058).

Maka kemudian, Theremin memperoleh hak produk komersial
dari RCA. Dalam komersialisasinya, walaupun Theremin
tidak terlalu sukses di pasaran, alat musik ini cukup
mempesona penduduk Amerika dan luar negeri lainnya.









Selama tahun 1930-an, Lucie Bigelow Rosen bersama
suaminya Walter Bigelow Rosen menyediakan bantuan
finansial dan artistik untuk mendukung pengembangan
dan peningkatan popularitas dari instrumen ini.

Setelah popularitasnya yang mendadak di Amerika
tersebut, setelah akhir dari perang dunia kedua, secara
mendadak pula Theremin ditinggalkan dan menjadi tidak
terpakai lagi oleh musisi.

Penyebab utamanya adalah teknologi baru dalam bidang
instrumen musik yang lebih mudah untuk dimainkan. Namun,
segelintir peminat Theremin tetap bertahan.

Salah satunya ialah , Robert Moog. Dia memulai merakit
sendiri perangkat Theremin pada tahun 1950, yaitu
saat dia masih sebagai pelajar sekolah menengah pertama.
Moog kemudian menerbitkan beberapa artikel tentang
cara membuat theremin,dan menjual perlengkapan theremin
yang dapat dirangkai sendiri oleh pembelinya.

Saat ini, banyak perangkat Theremin, yang ditawarkan
dan dijual secara online melalui internet atau pun
offline, bahkan beberapa diiklankan sebagai mainan.

* Prinsip Pengoperasian









Theremin adalah instrumen musik yang sangat unik di
mana dapat dimainkan tanpa ada kontak fisik dengan alat
musik tersebut. Musisi berdiri di depan perangkat
instrumennya dan menggerakan kedua tangannya di dekat
dua antena logam.

Jarak tangan dengan satu antena menentukan frekuensi
(tinggi atau rendah), dan jarak antara tangan dengan
antena lainnya menentukan amplitudo volume (besar
atau kecil). Yang paling sering dilakukan, tangan
sebelah kanan mengontrol frekuensi suara dan tangan
sebelah kiri mengontrol volume suara, namun ada juga
musisi yang melakukannya dengan terbalik. Theremin
menggunakan prinsip heterodyne untuk menghasilkan sinyal
audio.
 Kontak frekuensi dalam instrumen ini terdiri dari dua
penggerak frekuensi radio. Masing-masing penggerak
beroperasi dalam takaran frekuensi yang pasti.

Frekuensi dari penggerak yang lainnya memutar dari
kapasitor variabel dalam sebuah sirkuit L-C (induksi-
kapasitas), yang mana juga merupakan bagian dari
penggerak frekuensi radio dan menentukan frekuensinya.

Perbedaan antara frekuensi dari dua penggerak dalam
setiap momennya membolehkan penciptaan dari nada-nada
yang berbeda dalam jangkauan frekuensi audio yang
dihasilkan dalam sinyal audio yang dikirimkan ke
pengeras suara. Untuk pengaturan volume, tangan lain
dari musisi berfungsi sebagai pelat pemutar kapasitor
variabel lainnya. Dalam hal ini, kapasitor
mematikan bunyi dari penggerak lainnya. Jarak antara
tangan musisi dengan antena pengontrol volume
menentukan kapasitas dari volume theremin. Sirkuit yang telah
modern didesain untuk menyederhanakan kompleksitas
dari dua penggerak frekuensi radio dengan hanya
meletakkan satu penggerak saja, sama dengan sirkuit
volume theremin yang asli. Namun, kelemahannya,
pendekatan ini biasanya tidak terlalu stabil dan
tidak dapat mengubah frekuensi yang rendah.

* Teknik Permainan









Theremin mudah dipelajari namun terkenal sukar untuk
dikuasai. Pemain theremin menampilkan dua tantangan,
yaitu mampu mengendalikan tinggi dan rendahnya nada
tanpa pedoman (tanpa kunci atau posisi jari), serta
meminimalisir portamento (nada yang tergelincir)
yang tidak diharapkan dalam instrumen ini. Kontrol nada
dalam theremin sangat menantang karena, seperti biola
atau trombone, sebuah theremin menghasilkan nada dalam
beragam pola nada sepanjang jangkauan keseluruhannya.

Tidak seperti alat musik lainnya, theremin tidak memiliki
umpan balik secara fisik seperti senar pada gitar, tuts
pada piano, atau pun kolom dalam alat musik tiup. Pemain
theremin harus bergantung pada apa yang terdengar, dan
hanya dapat melakukan koreksi pada titi nada ketika
volumenya tidak nol.

Dalam theremin, keseluruhan jangkauan titi nada
dikendalikan oleh jarak antara tangan atau jari
pemain dengan antena di udara. Kemampuan untuk mengukur
dan mengendalikan posisi tersebut secara tepat
sangat dibutuhkan oleh pemain theremin.
____________

Penutup
____________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

...dan...

Selamat malam...!

_______________________________________________________
Cat :
wikipedia
Ennio Morricone - The Ecstasy of Gold - theremin & voic-youtube
THEREMIN - Over The Rainbow-youtube


Tidak ada komentar:

Posting Komentar